
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyinggung adanya politik uang pada pilkada Jakarta 15 Februari lalu, yang dilakukan salah satu pasangan calon gubernur.
"Mereka bagi uang Rp 1 juta per suara, per nyoblos. Bayangkan kita Gerindra nol. Tapi rakyat tetap nyoblos nomor tiga (pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno)," ujar Prabowo saat pidato di hadapan ribuan massa dalam rangka HUT Partai Gerindra di Semarang, Jawa Tengah, Minggu siang.
Pernyataan Prabowo ini disampaikan menyoroti isu maraknya politik uang pada pilkada serentak 15 Februari lalu. Pilkada digelar di 101 daerah, meliputi tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.
Baca Juga : BIKIN MERINDING..!!! Inilah Kisah Pensiunan TNI AL yang Berani Menampar Prabowo Subianto,.
Pernyataan Prabowo ini disampaikan menyoroti isu maraknya politik uang pada pilkada serentak 15 Februari lalu. Pilkada digelar di 101 daerah, meliputi tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.
Prabowo menjelakan, elite-elite di Jakarta selalu bilang anggaran tidak ada, biaya terbatas namun saat Pilkada akan digelar mereka ramai-ramai berbaur dengan masyarakat sambil bagi-bagi uang.
Baca Juga : TIDAK TERIMA...!!! Dituding Bantu Teroris di Suriah, IHH Siapkan Gugatan Hukum, BAGIKAN"Mendekati pemilu, bagi-bagi duit. Kalau dibagi, terima saja karena itu duit kalian (masyarakat) sendiri. Itu yang dilakukan rakyat Jakarta," kata Prabowo.
Karena itu, kata Prabowo, Partai Gerindra bertekat untuk berjuang mensejahterakan rakyat. "Kita ingin rakyat kita sejahtera.
Partai Gerindra tetap akan bela kepentingan rakyat, mensejahterakan rakyat Indonesia," katanya.
Sumber >> mediaislam.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar